-->

Pengertian Olahraga Renang, Sejarah, Teknik, Gaya dan Manfaatnya

Bagi hewan, berenang merupakan salah satu gerakan yang digunakan untuk bertahan hidup dan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Gerakan ini juga dilakukan hewan untuk mencari mangsa atau mendinginkan suhu tubuh. Hanya beberapa jenis hewan yang bisa melakukan gerakan ini.

Biasanya gerakan renang dilakukan oleh hewan air atau yang hidup di dua alam. Sedangkan bagi manusia, berenang merupakan sarana olah tubuh dan rekreasi. Manusia biasanya berenang di kolam renang, laut, atau danau. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk laki-laki dan perempuan.

Berenang merupakan salah satu jenis olahraga yang baik bagi kesehatan tubuh. Sebab saat melakukan gerakan renang di dalam air, hampir semua otot dan persendian dilatih. Karena tergolong dalam salah satu jenis olahraga, renang juga dilombakan mulai dari tingkat daerah sampai internasional.
Selain yang telah disebutkan sebelumnya, olahraga renang juga memiliki banyak fakta menarik lain, berikut ulasannya.

Pengertian Renang

pengertian renang, pengertian berenang, teknik dasar berenang
Pada dasarnya, renang merupakan gerakan berpindah di dalam air yang dilakukan secara teratur dan sistematis. Dalam hal olahraga, renang memiliki beberapa gerakan yang sering dilombakan. Gerakan atau gaya yang biasanya dipertandingkan adalah gaya bebas, kupu-kupu, punggung, dan gaya dada.

Menurut beberapa ahli, olahraga air ini memiliki beberapa pengertian. Bagi Muhajir, berenang merupakan salah satu gerakan olah tubuh yang menyehatkan sebab hampir semua otot bergerak. Gerakan tersebut akan membuat kemampuan otot perenang dan kekuatannya meningkat (2004:166).

Sedangkan menurut Erlangga, berenang merupakan olahraga air yang bermanfaat dan menyenangkan. Olahraga ini dapat meningkatkan kekuatan otot tubuh serta kemampuan jantung dan paru-paru. Berenang juga dapat membangkitkan perasaan berani dan kemampuan bertahan hidup (2010:75)

Berenang sendiri tidak memiliki batasan umur atau kelamin, seperti pendapat Kasiyo Dwijowinoto. Olahraga air ini dapat diajarkan pada semua umur, mulai dari bayi beberapa bulan hingga manusia lanjut usia. Karena pada dasarnya renang adalah menggerakkan tangan dan kaki di air agar tetap mengapung (Budiningsih, 2010:2).

Dalam olahraga ini kecepatan atlet saat melakukan gerakan renang merupakan penentu. Siapa saja yang menyelesaikan jarak lintasan dengan waktu paling cepat, dialah pemenangnya. Sama seperti olahraga lainnya. berenang juga memiliki beberapa cabang.

Seperti loncat indah, renang indah, renang perairan terbuka, hingga polo air. Olahraga ini bernaung di sebuah badan dunia bernama Federasi Renang Internasional (FINA). Di Indonesia, olahraga air ini diatur oleh Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) yang juga induk organisasi semua olahraga cabang renang di negara kita.

Sejarah Renang

Sejarah mencatat olahraga ini mulai ada pada abad ke 19 di London. Pada tahun 1837, terdapat 6 kolam renang di kota tersebut yang memicu munculnya kegiatan berenang. Seiring berjalannya waktu, populasi orang yang berminat pada olahraga ini meningkat. Sekitar tahun 1869, beberapa asosiasi terkait olahraga air ini muncul.

Kebangkitan olahraga air ini diawali dengan tercatatnya renang sebagai salah satu kegiatan olah tubuh modern yang dilombakan pada Olimpiade 1896 di Athena. Di Indonesia, olahraga renang tercatat pertama kali dilakukan di Bandung. Hal ini terbukti dari pembangunan kolam renang Cihampelas pada tahun 1904.

Pembangunan tersebut diikuti dengan pembangunan beberapa kolam renang lainnya di beberapa kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Kemunculan kolam renang tersebut menandai berkembangnya renang di Indonesia. Pada tahun 1917, organisasi renang pertama di Indonesia terbentuk.

Disebut Bandungsche Zwembond atau Perserikatan Renang Bandung, organisasi ini menaungi 7 perkumpulan renang termasuk perkumpulan renang siswa sekolah di Kota Kembang. Tahun berikutnya, organisasi lain muncul dan dinamakan West Java Zwembond diikuti dengan berdirinya organisasi di Jawa Timur pada tahun 1927 bernama Oost Java Zwembond (Perserikatan Renang Jawa Timur).

Meskipun saat itu organisasi tersebut masih dalam naungan pemerintah Hindia-Belanda, tetapi prestasinya cukup membanggakan. Pada tahun 1934, dua peloncat indah yang mewakili Hindia-Belanda berhasil meraih juara pertama dan kedua di nomor papan 3 meter pada Olimpiade Timur Jauh di Manila.

Teknik Dasar Berenang

teknik dasar berenang

Meskipun kelihatannya mudah, renang ternyata tidak hanya tentang menggerakkan tangan dan kaki di dalam air agar tubuh tetap mengapung. Olahraga ini dapat memaksimalkan fungsi jantung, paru-paru, dan elastisitas otot sebab melibatkan beberapa teknik.

Bagi para pemula, gaya berenang memang bukan satu-satunya hal yang harus dipelajari. Sebagai langkah awal, cobalah untuk menguasai teknik dasar olahraga ini terlebih dahulu supaya nantinya kita akan lebih mudah dalam melakukan berbagai gaya. Setidaknya ada beberapa teknik yang bisa dilatih, yaitu:

1. Teknik Pernapasan Renang

Berada di dalam air pada jangka waktu tertentu akan menuntut kita untuk menahan nafas selama beberapa saat. Kemampuan semacam ini tentu saja membutuhkan latihan yang tidak singkat. Karena penting, sebelum melatih teknik pernafasan cobalah untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu.
Pemanasan dilakukan agar otot tidak kaku dan menghindari terjadinya kram saat berenang. Setelah melakukan pemasanan, lakukan beberapa langkah untuk melatih teknik pernafasan, di antaranya:
  1. Ambil posisi dengan berdiri di pinggir kolam dalam posisis wajah berada di atas permukaan air.
  2. Setelah itu, tarik nafas melalui mulut lalu tahan beberapa saat.
  3. Masukkan kepala ke dalam air sambil membuat gelembung dengan cara mengeluarkan udara sedikit demi sedikit melalui mulut ataupun hidung.
  4. Kemudian, tahan nafas sekitar 15 hingga 20 detik.
Untuk bisa menguasai teknik di atas secara maksimal, lakukan latihan ini secara rutin. Tujuan utama teknik pernafasan adalah membiasakan tubuh menghemat tenaga dan nafas agar saat berenang kita tidak mudah lelah. Sebab teknik yang salah akan membuat nafas semakin ngos-ngosan. Dalam kasus terburuk, air akan masuk hidung dan mulut sehingga risiko tenggelam semakin tinggi.

2. Teknik Meluncur

Setelah menguasai teknik pernafasan, selanjutnya latihlah kemampuan meluncur Anda. Teknik meluncur penting karena hampir semua gaya dalam olahraga ini membutuhkan gerakan meluncur. Jadi bila tidak dilatih, kita akan mengalami kesulitan saat mempelajari gaya-gaya dalam berenang.

Pada renang, meluncur adalah gerakan tubuh secara horizontal yang dilakukan di bawah permukaan air. Dibutuhkan ketenangan dan keseimbangan untuk melakukan gerakan ini agar posisi tubuh seimbang dan risiko tenggelam bisa dihindari. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk melatih teknik meluncur, yaitu:
  1. Berdirilah di pinggir kolam dengan posisi tubuh membelakangi dinding. Lakukan latihan ini pada kolam yang tidak terlalu dalam ataupun dangkal.
  2. Setelah itu, tempelkan salah satu telapak kaki kanan atau kiri pada dinding kolam dengan posisi jari menghadap ke bawah.
  3. Selanjutnya dorong badan menggunakan kaki lalu cobalah untuk meluncur sejauh mungkin. Pada saat meluncur, posisi tangan berada di depan tubuh sejajar satu sama lainnya sedangkan posisi kepala ada di dalam air sementara itu telinga sejajar dengan bagian lengan.
Agar teknik luncur bisa dikuasai secara maksimal, lakukan gerakan ini sebanyak 15-20 kali setiap latihan. Apabila saat berenang tubuh dirasa sudah seimbang setiap meluncur dengan posisi kepala di dalam air, berarti teknik ini telah dikuasai. Untuk memaksimalkan latihan dan mempelajari gaya renang, coba lakukan latihan meluncur di kolam yang lebih dalam jika latihan pada kolam yang lebih dangkal telah dikuasai.

3. Teknik Mengapung

Pada dasarnya, mengapung merupakan gerakan melayang di antara permukaan air dan dasar kolam renang dengan posisi kepala di atas permukaan. Untuk mempertahankan tubuh agar tetap mengapung, dibutuhkan dorongan tangan dan kaki sebagai penyeimbang.

Manfaat gerakan ini tentu saja untuk mencegah tubuh tenggelam. Teknik mengapung sendiri terbagi ke dalam dua jenis, yaitu teknik mengapung terlentang dan secara lurus vertikal.

a. Cara Melatih Teknik Mengapung Terlentang

Meskipun kelihatannya mudah, teknik ini ternyata membutuhkan latihan yang cukup sering. Selain itu kita harus tetap tenang dan serius agar latihan tidak menimbulkan kecelakaan fisik. Untuk melatih teknik ini ada beberapa langkah dan cara yang bisa dilakukan, di antaranya:
  1. Posisi awal, cobalah untuk berdiri di dalam kolam renang. Usahakan untuk memilih kolam yang tidak terlalu dalam demi keamanan.
  2. Setelah itu, tarik tubuh ke belakang sampai kedua telinga terendam air.
  3. Kemudian, kedua tangan diregangkan hingga membentuk siku-siku dengan posisi pergelangan tangan tetap lurus. Sebisa mungkin lakukan gerakan ini dalam keadaan tenag.
  4. Lalu tekan telapak tangan ke bawah secara bergantian atau bersamaan sehingga tubuh tetap dalam posisi mengapung di dalam air.
  5. Gerakkan kaki menyerupai huruf V.
  6. Terakhir, lakukan gerakan di atas sampai mahir dan mampu bertahan di permukaan selama beberapa menit.
Untuk latihan awal, sebaiknya lakukan gerakan di atas di pinggir kolam agar ketika kita panik tangan masih bisa meraih pinggiran kolam. Apabila sudah cukup lancar dan seimbang, latihlah gerakan ini di bagian kolam yang lebih dalam untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan mengapung secara terlentang berkembang.

2. Cara Melatih Teknik Mengapung Secara Lurus Horizontal

Gerakan ini termasuk gerakan umum yang sering dilakukan oleh para pemula sebelum melatih kemampuan renang mereka. Sebab hampir semua gaya dalam olahraga renang menggunakan teknik mengapung secara horizontal. Inti dari gerakan ini adalah posisi tubuh berada di bawah permukaan air.
Sedangkan posisi kepala sampai dagu berada di atas air. Untuk bisa mengapung lurus, ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan, yaitu:
  1. Menggerakkan tangan dan kaki secara berulang untuk menyeimbangkan posisi badan agar tetap melayang.
  2. Setelah itu gerakkan tangan dengan cara meregangkan keduanya hingga membentuk siku-siku. Pada posisi ini, cobalah untuk tetap tenang dan menggerakkan tangan dengan sistematis.
  3. Untuk posisi kaki, berilah jarak pada kedua kaki lalu dorong telapak kaki ke bawah secara bergantian.
  4. Setelah itu lakukan gerakan ini beberapa kali agar tubuh dapat mengapung selama beberapa menit di air.
Sama seperti teknik mengapung sebelumnya, sebagai langkah awal lakukan latihan di pinggir kolam dengan berpegangan pada besi. Hal ini dilakukan untuk menghindari kecelakaan minor akibat salah gerak. Apabila sudah terbiasa dan seimbang, cobalah untuk mengaplikasikan teknik mengapung pada bagian kolam yang lebih dalam.


Macam-Macam Gaya Renang

macam macam gaya renang
Setelah teknik dasar dikuasai, langkah selanjutnya tentu saja mempelajari gaya renang. Dalam renang, ada beberapa jenis gaya yang bisa dipelajari. Setiap gaya memiliki teknik dan gerakannya masing-masing. Tingkat kesulitannya pun berbeda meskipun pada dasarnya semua hanya membutuhkan satu hal, keseimbangan.

Berikut beberapa gaya renang beserta tekniknya,

1. Gaya Renang Dada

Dari gerakannya, gaya dada mirip dengan gerakan katak berenang. Tidak heran jika gerakan renang ini disebut juga sebagai gaya katak. Dari segi kecepatan, gaya dada cenderung lebih pelan dibanding gaya lainnya. Jadi teknik ini lebih sering digunakan oleh orang yang ingin berenang dengan santai.

Untuk melakukan gaya ini, posisi tubuh mengapung secara lurus horizontal. Agar tubuh bisa bergerak maju di dalam air, tangan dan kaki digunakan untuk mendorong badan. Peran tangan pada gerakan ini seperti dayung dengan urutan gerakan sistematis yaitu, lurus ke depan lalu ditekuk bentuk siku ke belakang seperti menyapu air.

Setiap kedua tangan melakukan gerakan tersebut, posisi kepala bergantian menoleh ke kanan dan kiri serta berada di permukaan air untuk mengambil nafas. Sedangkan posisi kaki lurus dengan tumit menghadap atas dan sesekali naik turun mengikuti irama gerakan tangan saat melakukan gaya bebas.

Koordinasi gerakan tangan, kaki, dan kepala sangat diperlukan pada gerakan ini. Karena semuanya memiliki peran aktif dalam menjaga tubuh agar tetap mengapung dan terhindar dari risiko tenggelam.

2. Gaya Renang Bebas

Disebut gaya bebas karena gerakan renang ini memanfaatkan kebebasan tangan dan kaki agar tubuh dapat meluncur cepat di dalam air. Meskipun namanya begitu, tetapi gaya renang ini tetap membutuhkan teknik dan harus dilakukan dengan aturan tertentu.

Pada saat melakukan gaya bebas, posisi tubuh berada di atas permukaan air dengan posisi tangan mengayuh dan kaki menendang atau melakukan gerakan seperti menggunting. Sedangkan posisi kepala berada di bawah maupun atas permukaan air mengikuti gerakan tangan.

Ketika tangan mengayuh, kepala berada di bawah permukaan air untuk mengambil nafas dan kembali masuk ketika tangan pada posisi meluncur, lurus ke depan. Penarikan nafas bisa dilakukan melalui mulut maupun hidung.

3. Gaya Renang Kupu-Kupu

Berbeda dengan gaya renang sebelumnya, pada renang gaya ini posisi tubuh mengapung terlentang. Gaya renang kupu-kupu merupakan teknik yang dikembangkan dari gaya renang dada. Gerakannya fokus pada kekuatan lengan untuk mendorong tubuh, sedangkan posisi kaki lurus dan bergerak sesuai alur gerakan badan.

Pada gaya olahraga renang ini posisi kepala senantiasa berada di permukaan air. Karena ada di permukaan, tidak dibutuhkan teknik pernafasan untuk melakukan gaya renang kupu-kupu ini. Gaya renang ini disebut juga dengan gaya lumba-lumba. Dari segi kecepatan, gaya ini cenderung lebih cepat dari gaya bebas.

4. Gaya Renang Punggung

Posisi tubuh pada gerakan renang gaya punggung sama dengan gaya kupu-kupu, yaitu mengapung terlentang dengan posisi kepala menghadap atas. Gerakan kaki dan tangannya mirip dengan gaya bebas namun dengan arah yang berlawanan. Untuk teknik pernafasan, mirip dengan gaya renang kupu-kupu.

Karena posisi kepala di atas permukaan air, perenang tidak perlu mengambil nafas secara bergantian. Hal yang terpenting adalah, menjaga posisi tubuh agar tetap lurus agar ketika meluncur, tubuh bisa bergerak ke depan dan tidak tenggelam.

5. Gaya Renang Anjing

Pernah melihat anjing berenang? Gaya renang ini tidak beda jauh dengan gerakan anjing ketika berenang. Posisi kepala berada di atas permukaan air dengan gerakan kaki dan tangan di bawah air seperti kaki dan kaki anjing yang menyibak air. Meskipun tidak umum, gerakan ini cukup sering dilakukan di kolam dalam atau lautan untuk menjaga keseimbangan agar tubuh tidak ditarik air dan tenggelam.

6. Gaya Renang Samping

Gaya renang ini menggunakan sisi samping bagian tubuh dan biasanya dilakukan oleh mereka yang sudah terbiasa berenang sehingga tetap seimbang meskipun tidak dilakukan dengan menggunakan teknik mengapung terlentang ataupun lurus horizontal.

Karena jarang digunakan, gaya ini termasuk yang jarang dilombakan pada pertandingan olahraga renang baik di tingkat nasional maupun internasional. Sedangkan gaya lainnya sering digunakan sebagai penentu kemenangan pada kompetisi olehraga air ini sehingga pada pusat pelatihan renang baik tingkat dasar maupun atlet, gaya-gaya tersebut diajarkan dan dilatih secara intensif.

Manfaat Renang

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, berenang merupakan salah satu olahraga yang memaksimalkan fungsi otot seluruh tubuh. Meskipun dilihat sekilas yang bergerak hanya tangan dan kaki, tetapi untuk menjaga keseimbangan di dalam air seluruh bagian tubuh termasuk organ dalam seperti paru dan jantung bekerja aktif.

Inilah mengapa berenang dianggap sebagai olahraga yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Selain bermanfaat bagi fisik, berenang juga terbukti mampu memberikan perasaan tenang dan menyenangkan. Menarik bukan? Berikut beberapa manfaat renang lainnya yang bisa kita dapatkan, di antaranya:

1. Memperkuat Otot Kardiovaskular

Berenang termasuk salah satu olahraga kardio yang bermanfaat bagi otot jantung dan paru-paru. Dengan rutin berenang dan melakukan teknik pernafasan yang baik, otot jantung akan terlatih sehingga tidak mudah tegang yang mengakibatkan timbulnya penyakit seperti stroke atau gagal jantung.

Jika dilakukan secara rutin, berenang juga mampu meningkatkan kapasitas paru-paru. Inilah mengapa pada beberapa pasien gangguan pernafasan seperti asma, berenang disarankan sebagai salah satu terapi penyembuhan yang bisa dilakukan. 

2. Menurunkan Tekanan Darah

Pada sebuah studi, berenang terbukti dapat menurunkan tekanan darah dengan efektif. Efek yang didapat ini juga termasuk salah satu bukti terlatihnya otot kardiovaskular. Sebab saat berenang, jantung terlatih untuk memompa darah secara stabil sehingga tekanannya tidak terlalu tinggi ataupun rendah.

3. Mengendalikan Kadar Gula Darah

Bagi penderita diabetes tahap awal, berenang terbukti dapat menurunkan kadar gula secara maksimal. Sebab gerakan renang yang melibatkan seluruh anggota tubuh tergolong sebagai kardio yang dapat menstabilkan proses metabolisme dan mengendalikan tingkat gula pada darah.

Mungkin hal ini yang mendasari pendapat bahwa mereka yang hobi berenang memiliki harapan hidup 50% lebih tinggi dibanding dengan yang jarang bergerak atau berolahraga.

4. Membakar Kalori

Latihan kardio pada gerakan renang tidak hanya dapat memaksimalkan fungsi jantung, menurunkan tekanan darah, atau mengontrol kadar gula. Gerakan renang juga terbukti dapat membakar kalori karena melibatkan seluruh anggota tubuh. Jumlah kalori yang terbakar dalam sekali latihan berbeda antara satu orang dengan lainnya.

Hasil yang diperoleh tergantung pada berat badan setiap orang, durasi olahraga yang dilakukan, frekuensi, intensitas, dan jenis gerakan renang yang dilakukan. 

5. Baik untuk Orang yang Cedera

Dibandingkan olahraga lainnya, berenang termasuk yang aman dilakukan oleh semua orang termasuk yang sedang mengalami cedera. Karena meskipun melibatkan seluruh anggota tubuh, air akan membantu kita menopang tubuh sehingga bagian sendi maupun tulang yang sedang cedera tidak bekerja terlalu berat. Olahraga ini juga minim risiko cedera jika didahului dengan gerakan pemanasan yang tepat.

6. Olahraga Bagi Para Penyandang Difabel

Berbeda dengan orang normal, penyandang difabel memiliki lingkup terbatas dalam berolahraga. Karena tidak semua olahraga bisa dilakukan oleh para penyandang disabilitas. Nah, berenang merupakan salah satu gerakan olah tubuh yang bisa dilakukan para difabel.

Selain dapat membuat tubuh bugar karena semua otot terlatih, berenang juga mampu meningkatkan kemampuan para difabel untuk bersosialisasi. Berenang mampu meningkatkan kepercayaan diri mereka dan membuat para penyandang cacat tersebut memiliki keterampilan sosial yang baik.

7. Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Naiknya berat badan pada maa kehamilan seringkali membuat para calon ibu merasa pegal dan nyeri di bagian otot dan sendi. Karena tidak bisa melakukan sembarang olahraga, berenang bisa menjadi alternatif bijak untuk melatih otot dan sendi selama masa kehamilan.

Karena air dapat membantu menopang berat tubuh, risiko cedera saat melakukan gerakan olahraga juga bisa dihindari. Berenang juga mampu melatih pernafasan dan memaksimalkan fungsi paru sehingga saat melahirkan nanti, ibu hamil sudah terlatih untuk mengatur nafas mereka.

8. Mengatasi Gangguan Tidur dan Mental

Berada di dalam air terbukti dapat membuat tubuh merasa relaks dan nyaman. Inilah mengapa air selalu menjadi salah satu media terapi kesehatan. Jika rutin dilakukan, berenang dapat membantu mengatasi gangguan tidur seperti insomnia, dan gangguan mental seperti stres.

Karena selama berenang, pikiran dapat teralih dari hal-hal yang membuat tertekan dan cemas. Gerakan pada olahraga ini juga dapat merelaksasikan sejumlah otot serta sendi yang akan meningkatkan kualitas tidur seseorang. Mungkin ini salah satu alasan mengapa setiap selesai berenang seseorang akan merasakan kantuk.

9. Bisa Dilakukan Segala Usia

Tidak ada batasan umur untuk belajar berenang, jadi hampir segala usia bisa mulai berlatih termasuk bayi yang usianya baru beberapa bulan. Menurut sejumlah penelitian, semakin muda usia anak semakin mudah pula kita untuk melatih gerakan dan teknik olahraga renang.

Berdasarkan pendapat beberapa ahli, kemudahan ini didapatkan karena bayi yang baru beberapa bulan lahir masih ingat dengan kemampuan mereka di dalam kandungan. Saat masih berada di dalam perut, bayi hidup dikelilingi air ketuban dan bernafas melalui ari-ari yang terhubung dengan organ dalam Sang Ibu.

10. Meningkatkan Kemampuan Bertahan Hidup

Tidak memiliki penyakit bawaan dan senantiasa sehat merupakan sebuah anugerah yang harus kita syukuri. Untuk menjaganya, kita harus rutin melakukan olahraga yang akan memberikan banyak manfaat pada kesehatan fisik maupun mental. Tapi umur tidak ada yang bisa memprediksi, begitu pula dengan penyebab kematian.

Karena selain penyakit, musibah dan bencana alam merupakan salah satu penyebab kematian terbesar yang dapat mengancam keberadaan manusia. Untuk bertahan pada situasi semacam itu dibutuhkan kemampuan bertahan hidup yang baik, dan berenang merupakan salah satu keahlian yang bisa dipelajari.

Jadi selain untuk melatih otot dan memaksimalkan fungsi organ penting tubuh kita, berenang juga merupakan salah satu skill survival yang harus dikuasai agar harapan hidup meningkat dan terhindar dari berbagai penyakit mematikan.

Itulah serba-serbi olahraga renang yang mungkin belum kita ketahui. Semoga bermanfaat. 
LihatTutupKomentar